Kirana

(Buat Hatiku Yang Teraniaya)

Mendung   merayap   pelan,  membuat  birunya   langit   kian 
menghilang. Sedih masih terlihat menemani hari-hari kirana, sudah 
dua  bulan  ini  dia tidak lagi bekerja  sebagai  penyanyi  cafe. 
Bandnya kehilangan kontrak karena sudah ada Band pengganti,  tapi 
kirana  juga  paham betul bahwa roda terus berputar  dan  manusia 
memiliki sifat bosan sehingga hal ini dianggapnya merupakan  jeda 
untuk  memulai  kembali kariernya. Tetapi  Kirana  dan  anak-anak 
lainnya  jadi kelimpungan mencari cafe yang bisa menerima  mereka 
untuk  dikontrak menjadi penghibur dengan  melantunkan  lagu-lagu 
yang mereka cipta sendiri maupun menyanyikan lagu-lagu yang  lagi 
hit saat ini.

Kata   orang   hidup  dikota  memang  susah,   tetapi   kota 
menjanjikan segala yang diimpikan, makanya Kirana bersusah  payah 
untuk  tetap bertahan di Jakarta, bertarung dengan nasib.  Kuliah 
merupakan  salah  satu  jalan untuk  terus  memperjuangkan  cita-
citanya menjadi seorang penyanyi terkenal, menghapus segala  rasa 
malu  dan mencoba segala cara agar bisa tetap  bertahan  ditengah 
persaingan yang menggila.

Perempuan  sekitar  20an itu melangkah lesu,  diujung  jalan 
sudah menunggu teman-teman bandnya, ada yongki, andrea, simus dan 
alfred, bagi Kirana mereka adalah Sahabat yang selalu  memberikan 
rasa  sejuk kala gundahnya. Hari ini terasa waktu  begitu  lamban 
berjalan  tidak  seperti  biasanya,  melihat  keempat  sahabatnya 
Kirana menjadi sumringah dengan senyum hangatnya. Hilang  rasanya 
kesedihan  diraut wajah itu, meskipun kesedihan  tersebut  sempat 
memuncak.

Akhirnya  lelah  hari ini terlewati  juga  dengan  datangnya 
malam,  masih  sendiri  dikamar yang  sederhana  kirana  berkutat 
mencari  cara  untuk  tetap bernayanyi,  wajah  imutnya  sesekali 
berkerut,  mencari-cari  nama relasi yang  bisa  dihubungi  untuk 
tetap  bernyanyi.  Bagi Kirana memperjuangkan  apa  yang  dicita-
citakan tidak ada kata menyerah. Tersenyum indah ketika satu nama 
memberikan  arti baginya, Anggoro salah seorang pengusaha  sukses 
yang  dikenalnya ketika melantunkan lagu This Love  milik  maroon 
Five.

Anggoro  ketika  itu menawarkan jasa  untuk  rekaman,  namun 
tidak   mudah  untuk  kearah  sana,  banyak  sekali  yang   harus 
dipertaruhkan harga diri dan semuanya. Kali ini menjadi seseorang 
yang  mungkin  di benci banyak orangpun harus  dilakukan  kirana. 
Malam  kian merambah, besok makan siang di hotel bareng  Anggoro, 
terimakasih  untuk segala yang tidak penting ini.  Malam  berlalu 
dengan sejuta mimpi indh Kirana.

Beberapa  bulan kemudian Kirana masih saja memjadi  penyanyi 
kafe,  rasanya  sia-sia  ketika seharian  bersama  Anggoro  denga 
harapan  bisa melantukan lagu-lagunya dalam kaset sendiri,  keras 
memang kehidupan ini, tipu sana tipu sini, segalanya memang harus 
dijalani dengan penuh kesabaran. Bathin Kirana tidak lagi terluka 
dan merasa perih bila harus tercmpakkan, baginya semua itu  hanya 
liku-liku hidup.

Menikah dengan stevy saat ini juga tidak merubah  segalanya, hanya  menjadi  beban dari fisik sampai  bahtin,  laki-laki  yang 
dikenalnya  saat manggung bersama disebuah acara  festival  band, 
stevy juga anak band, makanya Kirana pun memutuskan untuk bersama 
dalm  jalinan  pernikahan. Berlalunya waktu yang  masih  terkesan 
baru,  pernikahan  mereka  sudah  diwarnai  dengan  pertengkaran-
pertengakran yang awalnya kecil, tetapi sayangnya ternyata  stevy 
suka  main  tangan  alias  kasar  mulut  kasar  juga  prilakunya. 
Berbanding  terbalik  dengan  yang  Kirana  lihat  ketika  mereka 
pacaran,  setahun cukuplah bagi Kirana untuk  memutuskan  menikah 
dengan  stevy, tanpa ada rasa ragu. Sayangnya  penyesalan  memang 
datang diakhir, stevy tak seindah yang diharapkan.

Lebih  sering  melakukan  KDRT  ketimbang  memberikan  kasih 
sayang untuk Kirana, padahal bagi seorang wanita yang masih  hmil 
muda,  kasih sayang dari seorang suami sangat  dibutuhkan.  Stevy 
lebih  sering  meninggalkannya dengan kesibukannya  sebagai  anak 
band, kini tangis terus setia menemani kisah Kirana, dikamar  kos 
kecil dengan sejuta derita bathin dan fisik. Kirana mencoba untuk 
bangkit  dengan  ketepurukan  ini, tapi  harus  bagaimana,  sulit 
mendapatkan  pekerjaan kala hamil dan membuatnya bertahan  dengan 
stevy, malu juga bila pernikahan yang masih dini ini bubar begitu 
saja.

Kekerasan  yang dilakukan stevy membuat Kirana trauma,  kini 
Kirana  lebih  sering  termenung,  menangis  disetiap   malamnya, 
baginya  bayi  yang  dikandungya akan  mengerti  betapa  sulitnya 
ibunya  kini. Stevy adalah tipe laki-laki Drama King,  sulit  ntk 
dimengerti apa dirinya menyesal setelah melakukan kekerasan  pada 
isteri  yang dinikhinya atas dasar cinta. Kirana  hanya  melenguh 
panjang, ketika semua kebebasannya terenggut oleh keadaan, hilang 
sudah merdu suaranya, hilang juga teman-teman yang dulu,  dirinya 
kini  sibuk berkutat dengan masalah rumahtangga yang  tak  pernah 
diharapkan serumit ini.

Biru dilengan, leher dan pipi Kirana pagi adalah saksi  bisu 
kekersan  yang  dilakukan  tevy tdi malam,  Kirana  hanya  dengan 
senyum melepas kepergian stevy untuk kerja, senyum yang  tentunya 
penuh  luka dan keperihan seorang isteri. Anehnya  lagi  memukul, 
memaki Kirana akhir-akhir adalah kebiasaan bagi stevy, tanpa  ada 
penyesalan  dan  kata  maaf  untuk  Kirana  Setelah  melakukanya, 
sedikitpun  tidak memikirkan betapa sakitnya kirana. Tuhan  jalan 
apa ini?, Kirana hanya berkeluh dengan waktu dan berharap dirinya 
cepat-cepat hilang dari dunia ini.

Kirana menatap kosong taman hijau didepannya, senyumnya kini 
sirna,  mata  indahnya kini tak lagi bersinar, bibirnya  juga  tk 
lagi mengeluarkan merdu suaranya. Diam… seribu bahasa,  terlalu 
beratkah hidup ini, Stevy sih disampingnya memberikan  kehangatan 
padanya,  tapi  Kirana  tak lagi bergeming,  hidup  atau  matikah 
Kirana  Kini?, hanya Kirana lah yang tahu semua  jawabannya.  Tak 
lagi  dia  merasakan  apa  stevy  marah  atau  menyesal,  baginya 
kini..diam dalah hal terbaik.

Sesekli air mata mengalir dikedua pelupuk matanya,  pastilah 
kejadian  itu  terus ada di benaknya, bayangan itu  mungkin  saja 
terus  menemani Kirana. Malam itu stevy membantai Kirana,  dengan 
tamparan,  makian…dan tendangan, hingga kirana  pun  kehilangan 
bayinya, darah dimana-mana, Kiranapun diam. Hingga saat ini masih 
diam….dan terus diam….laki-lakikah Stevy….?membantai isteri 
dan  anak sendiri….tak perlu menyesal………mungkin  stevypun bahagia dengan ini semua.

Kirana  bernyanyi, Kirana bermimpi  dengan  semua…penyanyi 
terkenal itu sirna sudah, pupus oleh pendamping hidup yang salah. 
Kirana  kapankah  terbangun  dari  kesedihan  ini…jangan  hanya 
menangis…berkatalah….meskipun hanya satu kata..Kirana…!!.

Leave a comment

Your comment