Hujan
Sebut saja aku Luna, wanita dengan usia 22 tahun, ga ada
yang bisa dibanggain dari aku. Wanita dengan segala
kesederhanaan, mulai dari wajah yang biasa aja sampai style yang
biasa-biasa aja.Tapi banyak yang bilang aku manis…(gula
kalee…).
Hujan begitu memilukan hatiku terasa merambah sampai
kecelah-celah paling dalam…sesak…sakit..!, perihkah ini atau
hanya luka yang selalu menemaniku?.
Aku hanya terduduk merenung, melihat tetes air hujan yang
perlahan jatuh membasahi jendela kamarku, menambah rasa
perih…sakit, sesekali aku hanya bisa menyeka airmata, mengingat
lagi.. dan aku benci..!. Dua sisi hati yang saling berkecamuk,
berperang dengan bathin dan nuraniku, rasanya….sakit!
Bagas cowok yang mambuatku jadi haru biru, luluhlantak
jiwaku,mengajarkanku arti cinta, apa iya ini cinta…?.
Entahlah…sosok Bagas memang mampu menghancurkan pertahanan
karang hatiku, merusak taman cinta yang kumiliki. Cinta it’s
Bullshit…cuma rayuan untuk memuaskan nafsu, tapi pertanyaannya
kenapa aku mau?, kumaki diriku, hatiku..tak bisa kupungkiri..ini
terjadi begitu saja.
Hi….aku Bagas…kamu?
Luna.., jawabku dan berlalu
Eh..bentar dong….mmm…kos disinikan?
iya…kenapa?
ga…aku..ga pernah liat kamu, cuma temen kamu aja..
o…gitu, mmm..aku masuk dulu ya…
Aku berlalu dengan tanda tanya napa si ni cowo rese amat, udah
akh..emang gw pikirin, waktu terus berlalu dan hari-hari yang ku
lewati kini ditemani Bagas dengan segala kegilaannya, mulai dari
masuk kamar gw tanpa permisi, nguping gw terima telpon dari Adit,
bahkan ngintip gw mandi…duh…gila..bangetkan?. Tapi karena
kegilaan ini juga kita jadi deket.., satu hal yang aku ga pernah
lupa waktu kita lagi jalan…taunya hujan gede…jadi ga bisa
pulang..dan….sesuau yang jauh banget dari pikiranku pun
terjadi…tuhan masih melindungi aku…kita ga sampai melakukan
hal yang ga penting…sempet si…cuma ku masih punya kontrol,
percaya atau tidak cuma aku dan Bagas yang tahu, dari kejadian
itu kita sadar.. kalo kita saling membutuhkan. Bagas…aku kangen
kamu bila ingat lagi kejadian ini….kamu..??.
Masih jelas, masih baru dan hangat, gimana kita bisa jalan
bareng,klise emang…awalnya cuma temen curhat, tapi itu ga
lama..satu bulan kemudian kita jadian. Apa yang aku cari saat
itu, padahal aku masih menjalin hubungan dengan Aditya, cowok
yang sederhana, kurasa disini tidak perlu membahas Aditya.
Hujan semakin deras, dari tadi malam terus saja setia menemani, sepanjang itu juga aku masih menunggu kabar dari Bagas, laki-laki
yang masih ingin kuingat. Entah sekedar sms, jam sudah
menunjukkan pukul 14.00 Wib tapi semua sia-sia, Bagas….apa
benar ini cinta?. Aku cuma melenguh…menepis rasa yang tak
bertepi….galau…akan semua ini.
Bagas….aku ingin kamu juga merasakan hal yang sama, jangan
egois, susah ya..cuma bilang “Cyx…Maafin aku ya..”, napa si
egois?, atau kamu mau aku yang sms atau ngabarin duluan…?,
Bagas..akukan udah mnta maaf…berarti ga si sms aku?.
Cowo berkulit putih ini membuat aku ga bisa untuk menerima
cinta lain,apa si sebenarnya yang aku cari dari sosok bagas, kalo
boleh jujur bagaskan kurus….banget, anak basket lagi..so..tau
sendiri dong anak basket gimana? mana anaknya cuek abiz..trus
cerewet, juga bingung napa seneng malah sayang banget ma ne cowo.
Slalu memaaafkan setiap apa yang diperbuat Bagas baik kasar atau
menyakiti aku dengan sift bohongya, mungkin aku sudah tidk lagi
bisa menghitung seberapa banyak kebohongan bagas dan aku selalu
memaafknnya, herannya lagi tk sedikitpun Bagas mau berubah entah
sekedar menghargai aku. Airmata yang selalu terbuang sia-sia
karena menahan rasa sakit.
Keraguan tentang hubungan ini semakin memuncak dengan
kejadian ini dan aku yakin hubungan yang sudah berjalan 6 bulan
lamanya hanyalah kamuflase. Hatiku sekarang terbgi-bagi, ada rasa
sesal, malu. Aku mencoba memberanikan diri menelpon Aditya, walau
sebenarnya aku ga pernah tau harus memulai darimana, masih
bolehkan aku berbagi…padahal Aditya hanyalah orang yang pernah
aku campakkan begitu saja.
Hallo…Adit..
Luna…?, pa kabar kamu…kemana aja..
Suara Adit membuat hatiku berdetak kencang…
Adit…maafin aku…
Luna…luna…
Ya..ya..aku..aku…
Napa Lun?
Ga..aku cuma Kangen kamu Dit…
Aku berusaha sekuat hati menahan rasa yang ingin kutumpahruahkan
agar aditya tau, kalau aku ga sekedar kangen padanya, jujur aku
ingin minta maaf atas semua yang aku lakukan. Mungkin aditya akan
menganggap ini adalah karma atas perbuatan ku, atau bahkan aditya
juga ikut bersedih bila tau gimana aku sekarang. Adi…iit…aku
bingung dengan sikapku, harus menletakkan rasa yang kumiliki saat
ini pada siapa, maukah kau kembali lagi?, bodoh….bodoh…!,
mana mungkin…lagian aku juga ga pernah mau menjilat kata-kataku
sendiri.
Sudahlah semua telah lewat dan sekarang aku harus berjuang
membela cintaku sendiri, cinta yang penuh pengkhiantan,
memang…!.Hujan terus memaksaku untuk menahan sesakkku.
Tuhan salahkah ini…?, dan aku meratap pedih..hujan
cepatlah reda aku lelah dengan ini semua, aku ga pernah sanggup
menepis semua yang sekarang ada dalam pikiranku, rasanya pedih,
aku mau semuanya pergi…!!.
Bagas mungkin aku lebih baik pergi, kita putus saja, sudah
hampir malam kamu juga ga ada kabarnya, biasanya kalau kita lagi
berantem kamu pasti sms duluan…minta maaf, tapi sekarang?kemana
kamu bagas? aku benci kamu..aku benci dengan semua cowok…!. Mungkin benar, cowok kalau belum dapat apa-apa dari cewek pasti
ngejernya setengah mati…bela-belain mau melakukan apa saja,
tapi kalau sudah dapat apa yang dimau, setengah hati lagi
ngejalaninya terkadag ga peduli sama sekali, kenapa seperti ini?.
Bagas pernah ga kamu tau..aku bela-belain ngorbanin Aditya hanya
untuk kamu..tapi sekarang?, semuanya sia-sia..aku salah banget.
Masalah sepele seperti ini saja membuat kita sudah tiga hari ga
ada komunikasi, cuma karena aku telat balas sms kamu, aku kan
sudah minta maaf karena itu, tapi kamu malh diamin aku sampai hri
ini, aku juga jadi males untuk terus menerima perlakuan kamu kaya
gini, aku cape gas….!. Tapi ga bisa aku pungkiri bathinku terus
menunggu, secara diriku sendiri sudah letih, aku hanya ingin
bilang terimakasih sudah ngajarin aku untuk jadi pengkhianat,
pembohong dan yang menyedihkan aku pernah jadi perex gara-gara
kamu gas!, andai kamu tau…aku ngorbanin semua untuk cinta
kita…untuk bisa dekat dengan kamu. hanya gara-gara sms kita
jadi selarut ini dalam masalah…ya..sudahlah…waktu terus
berlalu dan ini memang harus berakhir, aku melangkah keluar
kamar,masih melihat rinai hujan di kelam sore…mengejar
cinta..mengejar mimpi…bagas andai kau tau.
Aku hanya harus memulai untuk menata lagi hati ini dan
takkan lagi melakukan hal-hal bodoh demi sebuah cinta, cukup ini
yang pertama dan terakhir, tak ada lagi harapan itu..ku coba
redamkan hatiku.
Om..Bimo jemput Luna ya..?, aku hanya diam disebelah om Bimo,
menatap rinai hujan dari jendela mobil mewah ini. Tuhan…aku
telah hancur…bathinku menangis…Bagas kamu tau..aku masih
menhgharapkan kabar darimu, sebelum aku benar-benar melangkah ke
hotel ini…bukan untuk cinta.

