Zina

Ketika Perzinahan Tak Termaafkan……..

Denting terus berlalu lewati kelam dan pekatnya hari ini, asap rokok yang terus keluar dari orang-orang yang tidak lagi mengenal diri mereka terus mengepul layaknya gerbong kereta api. Diantaranya ada sosok wanita berambut sebahu, melamun mungkin…entah apa yang dipikirkan diantara keramaian musik dan tarian yang menelanjangi malam.

Tubuhnya hanya berbalut kembenĀ  yang menunjukkan sebagian belahan dadanya, serta punggungnya yang mengkilat mulus, terusan selutut berwarna merah jingga berbahan lembut..yang tampak elegan. Disampingnya beberapa laki-laki paruh baya dan perempuan seusianya masih tertawa dengan sesekali menegak minuman yang ada.

Diantara renyah tawa yang dimilikinya Kinaya begitulah orang-orang mengenalnya, dara dengan paras molek itu dipanggil. Berstatus mahasiswi, sering mnghabiskan malam dengan hingar bingar musik serta aroma maksiat yang menggelinjang.

Potret kehidupan seorang mahasiswi yang bisa saja beralasan untuk memenuhi kebutuhan hidup, terlibat dalam gemerlapnya dunia ini. Beberapa hp nya berdering…tetapi tak pernah diangkat, hanya cahaya kecil yang terpancar dari seonggok benda kecil tersebut (SIlent).

Kinaya bergegas meninggalkan tempat duduk bersama seorang pria paruh baya, dengan tangan melingkar indah di pinggangnya, ternyata sudah jam 02;15 dini hari, mobil sedan itu terus melaju ke salah satu hotel, dan secara dewasa kita pun tau apa yang sedang terjadi disana, pergulatan nafsu birahi yang tak terelakkan…….

Sakit rasanya bila harus mengingat lagi peristiwa demi peristiwa yang sama terjadi, Kinaya…berlalari dianatar rerumputan berduri, siap untuk menusuk kapan saja….Fenomena Kinaya seolah-olah mewakili banyak tanya tentang gadis-gadis yang berkeliaran didetik kelam nan pekat.

Bathin nya pernah bertanya…suatu saat karma pasti datang, dan aku akan merasakan hal yang sama….dengan perempuan-perempuan yang tersakiti karena perzinahan ini. Dan nyata adanya….

Perzinahan yang tak termaafkan itupun datang dengan sendirinya, menangis diantara raungan bathin dan kesakitan yang selama ini memang siap untuk menemani hadirnya. Kini tak lagi semua tereasa inidah…tubuh indah itu mulai tak berarti, karena sejuta keindahan lainnya siap untuk menggantikan…

Dalam keterpurukan menahan segala rasa sakit, hikmah tergambar secara bias….bahwa karma memang ada dengan kedatangan yang tak perlu ditunggu……

Dan Kinaya adalah sebuah Inspirasi yang tak berhenti untuk terus memberikan aku sebuah tulisan untuk kesakitanku…..

Be…continued…..


Leave a comment

Your comment